Fullhope Aupair Indonesia

Agen aupair Belanda,Belgia&Ausbildung

Category Archive Testimonial

By

Yona (Manado)


Nama:Yonna Kaburuan
Usia:25
FB:Yonna Kaburuan
Asal:Manado

Pembuktian Mr. Haris telah membantu banyak orang untuk meraih mimpi mereka untuk menjadi Au Pair membuat saya tertarik untuk bergabung dengan agensi ini. Beliau sangat berdedikasi tinggi dan sangat menguasai bidangnya di dunia Au Pair. Beiau telah melakukan usaha terbaiknya dalam menyeleksi & membimbing calon Au Pairnya. Masing – masing Au Pair memperoleh private training tentang Kehidupan di Belanda, baik tentang kota – kota di sana, budaya orang Belanda, masyarakatnya, bagaimana pola makan orang Belanda dan banyak informasi lain seputar bgaimana untuk menjadi Au Pair yang sukses. Beliau sangat bisa diandalkan. Beliau menjawab semua pertanyaandan keraguan saya. Saya sangat puas dan senang bisa menjadi Au Pair & bergabung di Agensi yang tepat. Saya sangat merekomendasikan Full Hope Au Pair Indonesia kepada calon Au Pair lain yang masih bingung & membutuhkan bimbingan. Terima kasih Mr. Haris, sukses selalu.

 

Yonna Kaburuan.

By

Testimoni Yohana


Nama:Yohana klevio
Usia:25
Facebook:Yohana Clevio
Asal:Jakarta

Cuaca hari ini di Rotterdam pada musim gugur termasuk baik, jadi saya memutuskan untuk bersepeda ke centrum Rotterdam untuk bertemu dengan agent saya,Kak Haris. Teringat tahun lalu, sewaktu saya memutuskan untuk menjadi aupair. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari agent yang tepat tapi kami harus bersabar karena agent tersebut tidak merespon dengan baik. Sampai akhirnya aku mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan asing., Disaat itu aku menjadi workaholic, bekerja sampai kadang2 jam 9 malam. Membuat aku meraih posisi yang cukup baik & mendapat gaji yang cukup untuk ukuran fresh graduate

Sebelum saya berbicara banyak dengannya,tapi setelah saya akhirnya mengatakan iya, dia yang dengan sabar memberi penjelasan bagaimana gaya hidup, lingkungan & budaya di Belanda yang pada waktu itu saya tidak punya gambaran sama sekali, dia juga yg membantu meyakinkan orang tua saya untuk memberi ijin bahwa dia itu agent “beneran”. dia menelepon dari Belanda kala itu…& juga memberi penjelasan bahwa aupair itu bukan pekerjaan, tetapi pertukaran budaya..jadi sampai sekarang walaupun saya mengasuh 4 anak berumur 5 bulan, 2 tahun, 4 tahun dan 7 tahun, saya merasa kerasan tinggal di Belanda. Karena saya mengganggap mereka keluarga saya & juga host fam memperlakukan saya sebagai bagian dari keluarga mereka..

Akhirnya saya berjumpa juga dengan kak haris, kita berjalan melewati china town di Rotterdam menuju restoran suriname Kim Foei. Disana saya memesan nasi goreng dengan moxie mitte (terdiri dari daging ayam,babi panggang, babi merah) atas anjuran dari Kak Haris & minum Fernandes. tidak salah anjuran Kak Haris, makanannya lezat, seperti masakan di chinnese food di Indonesia..mmm serasa berada di indo.Setelahnya kami berjalan menuju centrum pusat perbelanjaan. saat itu kopavond, toko-toko buka hingga pukul 9 malam..karena biasanya jam 6 sore toko2 sudah tutup..

Lelah berjalan kaki akhirnya kami minum di Dudok,salah satu cafe favorit saya di rotterdam..suasananya cozy & terletak di tengah centrum.kali ini saya duduk di teras depan menikmati orang & kendaraan yang berlalu lalang.

Tak terasa sudah hampir malam, saatnya pulang. di sepanjang perjalanan hari ini, saya mengobrol banyak dengan kak haris. share pengalaman yang pernah dia rasakan selama hidup di belanda,bagaimana gaya hidup & pemikiran orang eropa yang sangat jauh berbeda dengan orang asia. dia selalu mangajarkan saya untuk bisa berpikir liberal tetapi masih berprilaku asia. jika seseorang berhasil mengkombinasikan kedua budaya tersebut, maka dia akan sukses & bisa menempatkan diri dimanapun. & saya pasti akan belajar untuk mencapai hal tersebut. memang tidak mudah, tapi dengan menjadi aupair di belanda..per lahan2 saya belajar untuk mencapai hal itu. saya belajar untuk menerima setiap perubahan & perbedaan budaya.

Banyak hal yang sering di ceritakan Kak Haris kepada saya, terutama tentang cara pikir orang Eropa yang banyak membantu saya dalam menyesuaikan diri dengan kebudayaan Belanda ini. Dia selalu menjawab pertanyaan2 saya dulu ketika saya sama sekali buta mengenai apa itu aupair & juga tentang Belanda yang membuat saya dulu tidak kaget & tidak mengalami culture shock saat sampai di Belanda & tinggal bersama keluarga Belanda…

Hari ini sangat berkesan, karena bisa bertemu & ngobrol panjang lebar berdua saja dengan seseorang yang mempunyai jasa mengirimkan saya ke Belanda.. tanpa Kak Haris & tentunya teman saya Ike yang memperkenalkan saya dengan program aupair ini. Mungkin saya tidak akan pernah bisa ke Belanda, menikmati kehidupan se hari2 gaya orang Belanda & juga saya tidak akan bisa berkeliling eropa summer holiday kemarin. Saya sangat senang menikmati hari2 saya di Belanda & tidak menyesal memilih menjadi aupair..

So thank you Kak Haris….

By

Testimoni Mala


Nama:Kamala Devi Thaib
Usia:25
Facebook: Kamala Devi Thaib
Asal:Jakarta
Kamala Devi Thaib (Mala) nama lengkapku. Baru aja lulus dari Sastra Belanda UI, angkatan 2005. Awalnya aku tau tentang aupair dari temen. Yang bikin aku penasaran karena belum pernah denger kata “aupair”. Aku ketemu kak Haris pertama kali di Grand Indo. Pokoknya pas pertama ketemu kak Haris, kata pertama yang muncul di kepalaku..ANEH. Hehehee. Karena itu aku baru kenal & ketemu… Pertemuannya berlanjut jadi diskusi & aku suka… Karena menyangkut pemikiran masa depan. Waktu itu aku masih mahasiswa tingkat akhir. Jadi kalo ngomongin masa depan agak2 takut plus penasaran gitu,hahaha.

Berhubung aku suka banget berpetualang & sekalian praktek bhs belanda,akhirnya aku join kak Haris. Jujur awalnya aku ga percaya 100 % sama kak Haris. Aku coba untuk mengenal kak Haris lebih jauh. Dengan berkunjung ke kantornya di Bandung , terus ngobrol2 banyak.. & sampai aku bener2 yakin ikutan jadi aupair..

Kesan aku terhadap kak Haris selama membimbing aku: pertama, kak Haris memiliki wawasan luas karena dia lama tinggal di Belanda & pernah studi di sana, sehingga wawasan tentang bahasa,budaya,sosial mengenai seluk beluk kehidupan di Eropa cukup luas.

Kedua, dapat menjadi teman bicara yang baik & asik. Karena dia sudah lebih tua beberapa tahun dari aku & pastinya lebih banyak mengalami asam garam kehidupan, sehingga nasehat2 yang diberikan dapat dijadikan alternatif menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Terakhir, kak Haris menjunjung tinggi kemanusiaan. Aku berharap kak Haris terus seperti itu sampai akhir hayat. Menghormati & menghargai serta membantu sesama, sepertinya ketiga hal itu yang kak Haris coba tanamkan ke aku. Semoga aku juga bisa mengaplikasikannya dengan lebih baik lagi.

Jadi aupair ternyata emang butuh kerja keras,tapi worth it secara keseluruhan. Lagian kak Haris juga udah wanti2i kalo aupair bukan hidup seneng2. Aku sadar itu. Selama ini kesulitan yang aku alami adalah komunikasi memang diperlukan komunikasi yang baik supaya bisa sama2 nyaman,.

Groetjes,

By

“Alfia The explorer”


Nama:Alfia Zulfa
Usia:24 tahun
Instagram:thealfiazulfa
Asal:Jakarta
Hey semua anak muda Indonesia, saya Alfia, dan saya ingin berbagi cerita berharga untuk semua.

Saya termasuk gadis yang menyukai petualangan, saya pergi ke Taiwan 3 tahun lalu. Saya belajar banyak di sana. Kemudian saya kembali ke tanah air, namun saya merasa belum cukup puas dengan petualangan saya di Taiwan.

Singkat cerita, saya bekerja di sebuah Bank di Jakarta sekembalinya dari Taiwan. Karena lingkungan kerja yang saya rasa kurang menantang dan cenderung membosankan, sering kali ketika bekerja saya malah berpetualangan di internet, hal yang paling saya suka adalah mencari tau tentang kehidupan di luar Negeri, khususnya Eropa. Hingga suatu hari, saya menemukan fan page Full Hope Au Pair di Facebook. Dari sana saya menemukan banyak informasi tentang pertukaran budaya ASIA – EROPA.

Saya mencoba menghubungi kontak Kak Rizqy selaku admin dan assisten di Full Hope Au Pair Agency. kak Rizqy menjelaskan semua tentang Au Pair kepada saya secara lengkap. Sehingga tidak ada sedikit pun keraguan pada saya terhadap Agency ini. Dari kak Rizqy dan terlebih Pak Haris, saya belajar banyak tentang Au Pair dan kehidupan sebagai Au Pair di Negara barat.

Peranan Pak Haris sebagai Agen pun sungguh sangat luar biasa. Beliau membagi ilmunya tanpa ragu dan tanpa pamrih, berbagi pengalaman hidupnya sebagai bekal saya di Eropa nantinya, training – training yang beliau berikan telah membukakan mata dan pikiran saya bagaimana untuk menjadi Au Pair yang baik dan menjadi wanita yang pintar serta kuat akan prinsip.

Kami tidak pernah bertemu secara langsung, tapi kepercayaan saya kepada Agency Full Hope Au Pair sangat kuat. Untuk segala proses mulai dari training, pembimbingan untuk mengurus dokumen kami lakukan dua arah melalui online dan by phone. Dan karena ke-profesionalan Agency ini, semuanya berjalan lancar.

Alhamdulillah, Allah mendengarkan doa saya dan memberikan saya kesempatan dipertemukan dengan Agency terbaik! I can’t say thank you enough for Pak Haris and kak Rizqy, thank you so much for all you guys did! It means a lot for me and my future. I am Alfia, 25 years old! And Insha Allah will going to Ouderkerk aan de amstel, The Netherlands in August 2018. See you guys there!!

Alfia Zulfa

By

My dream comes true

Nama:Simbar Veronicha Bangun
Usia:25 tahun
Facebook: Simbar Veronicha Bangun
Asal:Medan
Saya Simbar dari Medan, Au Pair dari Full Hope Agency milik Pak Haris yang mendaftar bulan Juni 2017 lalu. Puji Tuhan bulan ini saya lolos manjadi Au Pair di Belgia dan sedang mengurus dokumen untuk aplikasi Visa saya.

Saya sungguh bersyukur mengikuti program Au Pair melalui agency Au Pair Full Hope Indonesia. Di agency ini saya mendapatkan lebih dari 4 kali traning dengan Pak Haris yang begitu baik, peduli dan pengertian terhadap Au Pairnya dan selalu ada ketika saya bertanya.

Saya tidak melebih – lebihkan perkataan saya, namun saya mengungkapkan ini sebagai ungkapan syukur saya. Jujur, saya sudah pernah gagal match saat interview dengan 2 calon Host Family di Belgia sebelumnya, karena mereka memilih kandidat lain yang mungkin lebih merasa mendapat Chemistry satu sama lain. Rasa kecewa saat itu pasti ada, tapi saya tetap bersyukur menantikan yang terbaik.

Syukurlah saya memiliki Agen seperti Pak Haris yang tetap memotivasi saya dan selalu menyarankan untuk tetap berperpegang dalam pengharapan dalam Tuhan. Beliau selalu mengatakan ” Nikmati prosesmu! ” serta ” Kamu bukan Au Pair yang jelek, saya tahu kamu anak yang baik! Terus belajar dan perbaiki kualitas dirimu! “. Dan itu bukan hanya kata – kata kiasannya. Beliau mengucapkannya dengan kesungguhan.

Pak Haris menjelaskan bimbingan dan trainingnya dengan hangat dan tegas disertakan dengan sharing pengalaman hidupnya yang menurut saya itu strong dan bukan sekedar omongan belaka tetapi dia sudah alami sebelumnya. Dia juga memahami kekurangan Au Pairnya dan memberi beberapa solusi untuk dipilih calon Au Pair itu sendiri.

Jadi menurut saya Full Hope bukan sekedar Agency, tetapi Pak Haris menganggap Au Pair – Au Pairnya sebagai anak yang harus beliau didik menjadi yang terbaik.

Bersyukurnya lagi, Pak Haris memiliki asisten seperti Kak Putri yang sangat baik dan bisa menjadi teman untuk membantu saya mengambil keputusan dan membimbing saya.

Saya telah menjalani dua interview dengan 2 Host Family pilihan yang sama – sama baik. Keduanya menyukai profil saya, namun saya sudah memilih salah satunya. Saya rasa ini adalah bagian dari jawaban doa saya serta buah dari kesabaran dan pengharapan saya dalam Tuhan.

Ini bukan akhir penantian saya, namun awal dari pengalaman hidup yang akan saya rasakan beberapa waktu ke depan. Saya harus mampu untuk membuktikan diri bahwa saya mampu menjadi seorang Au Pair yang baik, membanggakan keluarga dan Agensi saya, serta menjadi pribadi yang lebih baik. Mendapatkan kesempatan tinggal di negara maju di benua Eropa selama setahun, it’s like a dream come true.

Simbar Veronicha Bangun.

By

Testimoni Vidhea

Nama:Vidhea Ozami(ayank)

Usia:25 tahun

Facebook:https://www.facebook.com/vidhea.ozami

Asal:Pekanbaru

Full Hope Au Pair sangat membantu saya dalam memenuhi mimpi untuk tinggal dan merasakan pengalaman nyata yang merubah hidup di Eropa selama 1 tahun.

Saya sebelumnya telah mencoba mendaftar sebagai Au Pair melalui 2 website berbeda dan menunggu selama 1 tahun, tetapi semuanya sia – sia karena terganjal masalah Visa.

Full Hope Au Pair luar biasa! Agensi tersebut membantu saya mendapatkan keluarga asuh di Belanda, memberikan beberapa training sebelum interview dengan company dan keluarga asuh, dan memandu pengurusan dokumen.

Ditambah lagi dengan pak Haris, sang pemilik, yang adalah seorang yang berdedikasi terhadap pekerjaannya. Saya selalu bisa mengubungi beliau kapan saja. Saya sangat bersyukur bahwa beliau ada sebagai bagian dari perjalanan Au Pair saya. Terima kasih Full Hope Au Pair! Terima kasih Pak Haris!

By

Testimoni Lily

Nama: Lily Hartati
Usia: 27 tahun
Instagram: Lily_hartati
Asal:Demak(Jawa Tengah)

Well..namaku Lily asal semarang, aku termasuk orang yang beruntung dari ratusan aupair yg harus mengalami kekecewaan dengan para agen mereka yg tdk bertanggung jawab.

Puji Tuhan, saya secara tdk sengaja menemukan serta berkonsultasi langsung dengan the best, trusted and worthed au pair agent se Indonesia.

Gimana enggak professional kalau agensi dibawah tangan emas Pak Haris lulusan asli delft ini dengan 1000% beliau secara fokus melayani calon. Aupair mulai dari menemukan HF yg cocok, memberikan 4 kali training, mengurus dokumen ini itu (ini yang perlu kesabaran ekstra), sampai keberangkatan au pair ke negara tujuan mereka.

Asisten beliau, mbak Putri (dulu) dan mas Rizqy (sekarang) dengan totalitas memberikan informasi, serta caring yg luar biasa. Selain itu, sosok yang sangat luar biasa.

Pak Harris dengan professional yg walaupun jam libur tetap menyempatkan memberikan konsultasi bgmana berhadapan dan melakukan interview terbaik dengan HF, persiapan shock culture, hingga motivasi agar memperbaiki kekurangan diri sendiri.

Pengalaman selama bertahun-tahun menjadi agen au pair bukanlah hal yang selalu menyenangkan, bimbingan beliau sebagai agen dr aupair yg mengalami suka duka kehidupan di luar negri membuat beliau sangat bijaksana dan menyelesaikan semuanya dgn kepala dingin.

Kekaguman atas sosok beliau ditutup dengan testimoni ini. So, buat temen2 yang mau jd aupair, ga usah ragu lagi untuk memilih FullHope aupair agency.

Thankyou.
Lily

By

Testimoni Gege

Nama: Anggie Tia Uly Rizky Hutabarat(Gege)
IG:gegenatanael
Usia:24 tahun
Asal:Jakarta

Aku ingin jadi aupair sebenar ny sudah dari tahun lalu, tetapi karna belum yakin akhir nya aku memutuskan untuk tahun ini. Tidak berjalan mulus dan sesuai ekspetasi aku, sebelum aku mendaftar di full hope aupair aku sempat di agency lain di Jakarta. Aku tau agency itu dari google & aku baca top rated.

Setelah itu aku coba daftar, bayar 50% dari total biaya nya, dan membuat semua test seperti SKCK, medical check up, dll. (Ini sgt aneh karna kata Pak Harris smua itu dilakukan saat sudah dpt HF bkn sebelum ny) Dan semua dokumen itu ada masa berlaku ny seperti SKCK hnya 6bln. Aneh sekali prosedur ny kalau tidak dpt HF lebih dari 6bln which means harus re take smua lagi (biaya lagi) Jujur aku agak berat karna mengeluarkan biaya yg tidak sedikit. Setelah kurang lebih aku menunggu 3bln profil aku pun blm jadi jg. Agen pun tidak setanggap Pak Harris.

Setelah aku google ttg full hope aku menyerah dgn agency lama aku dan memutuskan utk bergabung di full hope. Full Hope Aupair Agency sangat berbanding terbalik dgn agency ku yg lama 180° , Pak Harris sgt sigap dan fast respon malah diawal pak harris tdk mau aku buru2 daftar dan menyelesaikan masalah dlu dgn agency ku yg lama. Which is sangat jarang krna di agency lain pst sudah menyuruh aku utk cepat” dftr (utk keuntungan semata). Tetapi Pak Harris tidak memikirkan untung saja, tetapi saya benar2 dibina dinasehati.

3bln juga saya sdh bergabung di Full Hope dan sudah goal dgn HF dibelanda. Secepat itu, saya awal nya hopeless krna diagency lama sdh 3bln profil saya blm jadi, boro2 dikenalkan dgn HF atau training. Dan yg bkn saya kaget ternyata ada jg ex aupair dari agency saya yg lama menunggu 2 thn tnpa ada hasil dan akhirny bergabung dgn Full Hope.

Saya salut sama Pak Harris beliau sangat sabar membina aupair2 nya sampai goal, selalu fast respon walupun sudah lewat jam kerja. Tidak perna menjanjikan dgn kata2 manis tetapi lebih banyak tindakan nyata. Terimakasih Pak Harris utk semua nya dan kerja keras nya, i can’t even imagine kalau saya tidak pindah ke agency bapak. Full Hope Aupair Agency memang agency aupair terbaik.

By

Membantu Menggapai Mimpi Saya

Nama                    : Devi
Facebook             : Devi Primawati Susanti

Usia                       : 28 tahun

Asal                        : Bandung

Saya ingin berbagi testimoni mengenai Fullhope Au Pair.

Pertama kali saya tahu agency ini dari teman saya yang sudah menjadi Au Pair di Belanda dan Belgia. Sejak dulu saya punya mimpi bisa tinggal di luar negeri. Namun karena keterbatasan informasi mengenai program ini saya baru banyak tahu dan mendapat informasi sekitar tahun 2015.

 

Selama masa tunggu kurang lebih 10 bulan selama itu pula saya di bimbing oleh Pak Haris dan Putri. Tidak terhitung berapa kali saya diberi training mengenai dunia Au Pair, mengenai Belanda, baik itu tentang kota-kotanya, tempat makan, karakter orangnya, makanan, dan lain-lain.

Selain itu Pak Haris juga selalu memberi nasihat. Karena saya mengalami beberapa kali kegagalan dalam proses interview dengan Host Family. Tapi dari kegagalan itu saya banyak belajar. Pak Haris dan Putri selalu memberi semangat agar saya tetap bersabar dan selalu memperbaiki kualitas diri saya. Saya bersyukur akhirnya saya terpilih menjadi Au Pair di Belanda. Tapi ini bukanlah akhir namun awal dari petualangan saya untuk belajar hal baru dan belajar menghadapi tantangan tinggal di negeri orang.

Pesan untuk para calon Au Pair jangan berhenti bermimpi. Terus berusaha dan belajar memperbaiki diri dan juga mengasah skill yang kamu miliki. Nikmati setiap prosesnya. Karena usaha dan doa tidak akan mengkhianati hasil. Terima kasih Fullhope Au Pair. Sukses selalu untuk Fullhope Au Pair Agency Indonesia.